Hadir sebagai pembicara utama adalah Fachri Mirza, seorang Certified Digital Marketing Expert yang dikenal luas sebagai “Bapak Digital” oleh komunitas bisnis online. Fachri telah membantu ratusan UMKM dan startup mengembangkan bisnis melalui strategi digital yang terukur dan berbasis data.
Sebagai Motivator Nasional, Pakar Menghafal Cepat Versi TVOne, Santri Pebisnis Versi RCTI, Penulis Buku Best Seller, serta Founder OSB CORP, Ardi Gunawan dikenal luas sebagai panutan yang menginspirasi generasi muda untuk berdaya secara spiritual dan profesional. Melalui berbagai platform edukasi dan dakwah bisnis, Ardi terus mengedepankan nilai-nilai akhlak dalam memanfaatkan teknologi, termasuk dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk pengembangan bisnis di era digital.
Melanjutkan kiprah inspiratifnya, Ardi Gunawan tampil sebagai moderator dan pengarah acara dalam seminar daring bertema “Bongkar Rahasia Potensi AI untuk Bisnis di Era Digital” yang diselenggarakan oleh FORBIS Institute pada Rabu, 23 Juli 2025 pukul 19.30 WIB melalui Zoom. Acara ini sukses menarik antusiasme ratusan peserta dari berbagai latar belakang.

Seminar ini mengangkat tema strategis, yakni “Memaksimalkan Potensi AI untuk Bisnis: Tools yang Tepat dan Cara Penggunaannya.” Tema ini diusung sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan pelaku usaha terhadap efisiensi, otomatisasi, dan inovasi dalam dunia bisnis yang makin digital.
Dalam pemaparannya, Fachri menegaskan bahwa AI bukan hanya milik perusahaan besar, melainkan bisa diakses oleh siapa saja. “AI itu ibarat asisten digital. Kita tinggal tahu cara menyuruhnya bekerja. Dan hasilnya bisa luar biasa,” ujar Fachri saat menjelaskan contoh penggunaan ChatGPT untuk riset pasar dan copywriting.

Ardi Gunawan sebagai moderator turut menambahkan perspektif etis dan spiritual. Menurutnya, teknologi seperti AI harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. “Kecerdasan buatan harus diarahkan dengan akhlak. Kita sebagai manusia tetap pemimpinnya, bukan alatnya,” ungkap Ardi yang juga dikenal sebagai penggagas gerakan Spiritualpreneur Indonesia.
Seminar ini membahas berbagai tools berbasis AI seperti ChatGPT, Canva AI, Notion AI, dan AI Market Analyzer. Fachri memberikan demonstrasi langsung penggunaan prompt yang efektif untuk menghasilkan konten pemasaran dan strategi bisnis digital yang personal dan relevan.
Para peserta sangat antusias. Salah satu sesi paling menarik adalah pembahasan tentang prompt engineering, yaitu cara merancang perintah atau input yang tepat agar AI memberikan hasil sesuai keinginan. Ini menjadi kunci dalam menjadikan AI sebagai asisten produktif sehari-hari.
Banyak peserta mengaku baru memahami betapa luas dan praktisnya manfaat AI. “Ternyata AI itu bisa bantu saya menyusun caption, riset ide produk, bahkan bikin template presentasi. Saya kira cuma buat nanya-nanya doang,” ujar salah satu peserta, Maya dari Yogyakarta.
Bagi peserta yang tidak sempat hadir secara langsung, panitia telah menyediakan tayangan ulang yang bisa ditonton kapan saja melalui kanal YouTube resmi FORBIS Institute. Berikut link-nya:
🎥 Tonton Ulang di YouTube FORBIS
Selain YouTube, dokumentasi acara juga tersedia di Instagram @forbis.id. Di sana, pengunjung dapat melihat cuplikan video, kutipan penting dari narasumber, serta testimoni peserta yang mengikuti seminar hingga tuntas. Ini menjadi sarana belajar ulang sekaligus penyemangat bagi yang ingin terjun ke dunia digital.
FORBIS Institute bersama tokoh-tokoh seperti Ardi Gunawan terus berkomitmen menghadirkan edukasi teknologi yang mudah diakses oleh masyarakat luas. Tidak hanya soal teknis, tetapi juga integrasi nilai keislaman dalam penggunaan teknologi digital.

Seminar ini menjadi pembuka rangkaian program edukasi AI dan bisnis digital FORBIS yang akan digelar secara berkala. Fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas pelaku usaha muslim agar adaptif terhadap teknologi dan mampu bersaing secara beretika.
Sebagai penutup, Fachri mengajak seluruh peserta untuk mulai mempelajari AI secara bertahap. “Jangan tunggu ahli. Mulai saja dulu dari hal kecil, dan lakukan setiap hari. Konsisten adalah kunci,” ujarnya. Ardi Gunawan pun menambahkan, “AI itu alat. Kita-lah yang menentukan arah dan manfaatnya.”